Terbaik bagi Anda, Terbaik bagi Kami

Detil Berita









iklan_kiri18.jpg

Administrator | Jumat, 14 Feb 2014 11:47 WIB

Pedoman Menonton TV Pada Anak




Sebagai orang tua kita ingin anak kita tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat, cerdas dan bermoral baik. Kita pastikan mereka makan makanan yang sehat, memakai pakaian yang baik dan layak, cukup tidur, pendidikan yang bagus, pergaulan dengan teman-teman yang baik, serta hiburan yang cukup. Salah satu hiburan didapatkan melalui televisi (TV).

Saat ini makin banyak berkembang jenis-jenis media visual, tidak hanya televisi. Sebut saja DVD, Ipad, Tablet, Video Game, apalagi dengan makin berkembangya internet saat ini.

Apakah kita sebagi orang tua sudah memperhatikan penggunaan berbagai media visual tersebut oleh anak kita?

Media visual memang bermanfaat sebagai sumber informasi, melatih kreatifitas dan perkembangan otak, namun banyak pula perkembangan negatifnya, terutama bila penggunaanya kurang tepat. Berbagai adegan kekerasan di media visual dapat menimbulkan perilaku agresif pada anak dan membiasakan mereka terhadap kekerasan. Iklan yang ditampilkan sangat mempengaruhi konsumsi anak dan komersialisme.

Menonton TV berlebihan menyebabkan berat badan anak berlebih karena kurangya aktivitas dan pengaruh iklan makanan ringan dan makanan cepat saji yang tidak sehat dan tinggi kalori. Anak dapat memperoleh informasi mengenai seks melalui TV karena banyak acaranya yang mengandung materi seks, sehingga bahaya jika tidak didampingi oleh orang tua. Penggunaan media visual yang tidak tepat juga dapat menurunkan prestasi akademis anak, menimbulkan gangguan tidur dan gangguan konsentrasi.

Anak berusia dibawah 2 tahun tidak disarankan untuk menggunakan media visual. Mereka membutuhkan interaksi langsung dengan orang tua atau pengasuh yang lain untuk pertumbuhan otak yang sehat  dan perkembangan kemampuan sosial, emosional dan kognitif.

Hanya dari menonton TV otak anak akan kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dari kesempatan berpartisipasi aktif dalam hubungan sosial  dengan orang lain, bermain kreatif, dan memecahkan masalah. Selain itu TV cenderung bersifat satu arah, sehingga anak kehilangan kesempatan mengeksplorasi dunia tiga dimensi serta kehilangan peluang tahapan perkembangan yang baik.

The American Academy of Pediatrics (AAP) telah membuat Panduan mengenai lama penggunaan media visual pada anak yaitu tidak lebih dari 2 jam per hari. Dampak positifnya adalah anak memiliki waktu untuk melakukan kegiatan lainnya yang bermanfaat seperti membaca, berolahraga dan melakukan aktivitas sosial yang kreatif.

Namun demikian, bukan hanya lama penggunaan media visual yang perlu diperhatikan, yang tidak kalah penting adlah jenis acara media visual itu sendiri. Bila kita perhatikan setiap program siaran TV menampilkan lambang tertentu, biasanya di pojok kanan bawah layar. Hal ini sesuai peraturan yang dibuat oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengenai pengolongan program siaran sesuai usia penonton, yaitu :

  1. P ( Pra sekolah, usia 2-6 tahun )
  2. A ( Anak, usia 7-12 tahun )
  3. R ( Remaja, usia 13-17 tahun )
  4. D ( Dewasa, usia > 17 tahun )
  5. SU ( Semua Umur, usia > 2 Tahun)

Waktu tayang siaran sesuai usia adalah :

  1. Pukul 07.00-09.00 dan pukul 15.00-18.00, untuk pra-sekolah
  2. Pukul 05.00-18.00, untuk anak
  3. Pukul 22.00-03.00, untuk dewasa

Untuk orang tua yang berlangganan TV kabel penggolongan program siarannya adalah :

  1. G (General Audiences), semua usia
  2. PG (Parental Guidance Suggested), bimbingan orang tua. Sebagian dari isi mungkin tidak cocok untuk anak-anak
  3. PG-13 (Parents Strongly Cautioned), untuk anak di atas 13 tahun
  4. R (Restricted), terbatas. Anak di bawah 17 tahun harus ditemani orang tua
  5. NC-17 (No One 17 and Under Admitted), untuk usia di atas 17 tahun

Untuk siaran dari luar negeri kita harus lebih berhati-hati karena pengolongan tersebut mungkintidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh kebudayaan kita. Begitu pula dengan video game, perhatikan lambang yang tertera, yaitu :

  1. EC (Early Childhood), untuk usia 3 tahun ke atas
  2. E (Everyone), untuk usia 6 tahun ke atas
  3. E10+ (Everyone 10+), untuk usia 10 tahun ke atas
  4. T (Teen), untuk usia 13 tahun ke atas
  5. M (Mature), untuk usia 17 tahun ke atas
  6. A (Adult), untuk usia 18 tahun ke atas

Bila kita tidak tahu atau ragu mengenai acara tertentu, ada beberapa website yang dapat kita unduh, seperti www.lsf.go.id dan www.commonsensemedia.org.

Tidak mudah bagi orang tua menghadapi gempuran media visual. Berikut adalah beberapa tips untuk orang tua :

  1. Menyeleksi dengan seksama acara / program media visual yang dapat ditonton oleh anak. Pastikan acara tersebut sesuai usia anak dan bermanfaat.
  2. Co-viewing (menemani anak memanfaatka media visual) dan mendiskusikan isi acara / program tersebut dengan anak.
  3. Membatasi waktu yang dihabiskan dalam memanfaatkan media visual, yaitu tidak lebih dari 2 jam per hari. Terapkan hal ini menjadi aturan.
  4. Menjadi contoh teladan bagi anak dengan selektif memanfaatkan dan membatasi media untuk mereka sendiri.
  5. Menciptakan suasana bebas media elektronik di kamar anak. Jangan meltakkan TV / komputer / media visual lainnya dalam kamar anak.
  6. Mendorong anak untuk melakukan aktivitas alternatif seperti bermain, membaca, bermain sepeda dan lain-lain. Perbanyak aktivitas bersama keluarga.
  7. Jangan menggunakan medi visual sebagai pengasuh elektronik, sementara kita kita mengerjakan berbagai hal lain urusan rumah. Anak harus didampingi saat menggunakan media visual.

dr. Ratu Meulya Rezeki, Sp.A